.::Selamat Datang di Situs Kami , Semoga Website Kami ini Memberikan Pencerahan kepada Sahabat-Sahabat Mengenai Agama Kita yang Tercinta, Selamat Menikmati Hidangan Kami, dan Mohon Doanya ya Agar wAbsite Kami Tetap Eksis!! Amin::.

Jumat, 30 Januari 2009

Kontroversi Golput

Kontroversi di seputar usulan fatwa haramnya golput dalam Pemilu—yang pernah dilontarkan oleh Ketua MPR Hidayat Nurwahid beberapa waktu lalu—tampaknya direspon Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam Ijtimaa Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia III yang diselenggarakan 23-26 Januari 2009 lalu di Padang Panjang Sumatera Barat, golput menjadi salah satu agenda pembahasan; selain sejumlah masalah seperti kasus penikahan dini, senam yoga, rokok, bank mata dan organ tubuh lainnya serta sejumlah UU.

Terkait dengan golput dalam Pemilu, Ijtima Ulama yang dihadiri oleh 700 ulama dan cendekiawan tersebut menghasilkan sebuah kesimpulan (baca: fatwa), bahwa golput hukumnya haram. “Golput haram bila masih ada calon yang amanah dan imarah, apapun partainya,” papar Humas MUI, Djalal . Ini karena, menurut Sekretaris Umum MUI Pusat Ichwan Syam, “Pemilihan umum dalam pandangan Islam adalah upaya untuk memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi umat dan kepentingan bangsa.”


Namun, pandangan berbeda dikemukakan Dr. Sofjan S. Siregar. Ia menyatakan bahwa fatwa MUI yang mengharamkan golput adalah sebuah ‘blunder ijtihad’ dalam sejarah perfatwaan MUI. Justru mengharamkan golput itu hukumnya haram. “Sampai detik ini, saya gagal menemukan referensi dan rujukan serta dasar istinbath para ulama yang membahas masalah itu,” ujar Sofjan, doktor syariah lulusan Khartoum University, direktur ICCN, Ketua ICMI Orwil Eropa dan dosen Universitas Islam Eropa di Rotterdam. “Oleh sebab itu, saya menyerukan kepada pematwa dan peserta rapat MUI yang terlibat dalam ‘manipulasi politik fatwa golput’ untuk bertobat dan minta maaf kepada umat Islam Indonesia, karena terlanjur membodohi umat,” tandas Sofjan.


Pengamat politik Indobarometer M. Qodari bahkan menilai, dengan fatwa tersebut MUI telah melanggengkan bobroknya sistem politik di Indonesia. “Kalau mereka dilarang untuk golput, hal itu justru menjustifikasi sistem politik yang tidak baik. Fatwa harusnya menganjurkan pada kebaikan,” jelas Qodari.


Komentar tajam juga dilontarkan oleh pengamat politik dan ekonomi, Ichsanuddin Noorsy. Menurut Noorsy, MUI tidak konsisten dalam berpijak mengeluarkan fatwanya. Sebab, Pemilu yang dilakukan dengan basis individual atau demokrasi liberal merupakan pemikiran Barat. Karenanya, Noorsy menambahkan, alasan dan argumen rasional MUI lemah. “Fatwa MUI kali ini pun gagal merujuk al-Quran dan Hadis. Kalau fatwa ini mempertimbangkan kebaikan, berarti MUI mengabaikan kebenaran ajaran dan kecerdasan masyarakat,” tegasnya.[rofx/bbs]

Kamis, 29 Januari 2009

Pemimpin Satria Piningit Mengaku Jadi Tuhan

JAKARTA (Arrahmah.com) - Akhir-akhir ini, kembali muncul sebuah aliran sesat di Indonesia, yang memiliki markas di daerah Pasar Minggu. Aliran ini selain sesat, juga mengajarkan perilaku tak bermoral kepada penganutnya, seperti bertukar pasangan setiap malam jum'at.

Pemimpin aliran sesat Satria Piningit Weteng Buwono, Agus Iman Solihin alias Agus Noto Soekarnuputro, selain mengaku titisan Bung Karno, dia juga sempat mengaku menjadi Tuhan pada tahun 2005 sampai 2006. Eko (25), mantan pengikut aliran ini mengaku, ada tiga fase keanehan yang dilakukan Agus, sang guru.


"Tahapan pertama Agus mengaku titisan soekarno pada tanggal 6 Juni 1999. Kemudian mengaku menjadi Imam Mahdi pada tahun 2003 hingga 2004, dan puncaknya pada 2005 sampai 2006 Agus mengaku menjadi Tuhan," katanya di Rumah A Kusmana, bekas markas aliran ini, di Jalan Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (28/1).

Ditanya mengenai ajaran aliran tersebut, Eko mengaku diajari pelajaran Syariat, Tarikat, dan Hakikat. "Dasar agamanya memang Islam tapi belajar juga agama yang lain. Alasannya, karena di dalam rukun iman juga harus mempelajari kitab-kitab yang lain," urainya.

Selain persoalan peribadatan, lanjut Eko, Agus juga menjanjikan umatnya tidak akan dimatikan kecuali di aras sebagai kediaman Tuhan. Eko juga mengaku, bisa percaya dengan aliran ini, karena prosesnya yang cukup lama dan kelompok seakan terkesima dengan ajaran mereka. Eko juga membenarkan adanya ritual berhubungan seks di depan Agus. "Benar, tapi tidak bertukar," pungkasnya.

Terbongkarnya aliran Satria Piningit membuat heboh warga Kebagusan, Jakarta Selatan. Bagaimana tidak, aliran ini dikabarkan memerintahkan seks bebas, tukar pasangan sesama pengikut. Salah satu eks pengikut aliran ini, Ricky Alamsyah membantah berita tersebut saat berbincang dengan media. Dia membantah bahwa aliran Satria Piningit ini mempraktekkan seks bebas sebagaimana diberitakan media massa. Yang ada, lanjutnya, pernah suatu waktu 13 orang pengikut diperintahkan untuk bugil bersama-sama.

Kemudian, bagi pengikut yang sudah menikah disuruh untuk melakukan hubungan seks di situ disaksikan dengan pengikut lainnya. "Tapi, tidak ada tukar pasangan seperti yang diberitakan. Yang berhubungan badan, hanya pasangan suami istri saja," jelasnya. Namun, Ricky tidak menjelaskan lebih lanjut apa alasan ke-13 pengikut tersebut berbugil ria.

Sedangkan mengenai kabar istri pengikut diserahkan kepada pemimpin Satria Piningit Agus Noto Soekarnoputra untuk digauli juga dibantah Ricky. Dia mengaku hanya pernah menyaksikan beberapa wanita disuruh masuk ke kamar. "Mungkin di sana, dia melakukan pencabulan," ungkapnya.

Satria Piningit Ajarkan Hakekat, Syariatnya Tidak


Terbongkarnya ajaran Satria Piningit membuat heboh warga Kebagusan. Sebenarnya apa yang diajarkan aliran yang diduga mesum ini kepada para pengikutnya? Menurut pengakuan salah satu eks pengikutnya Ricky Alamsyah setiap kali ada majelis atau pertemuan, dilakukan selama 23 jam lebih. "Kita bisa tidur satu jam saja," katanya

Majelis tersebut mendengarkan ceramah dari Agus Imam Solihan. Dalam ceramahnya Agus membacakan sejumlah buku seperti buku Jayabaya, Bagamatkita, dan Satria Piningit. Mengenai gitar yang disebut-sebut sebagai bagian dari ritual mereka, dibantah Ricky. Dia menjelaskan, di sela-sela pengajian diperdengarkan alat musik dan bernyanyi-nyanyi selama istirahat. "Itu hanya untuk selingan saja," ujarnya.

Dia menjelaskan, Agus ini sebenarnya mengajarkan hakekat. Di dalam ajaran agama manapun terdapat dua macam, yaitu hakekat dan syariat. Nah, Agus ini hanya mengajarkan hakekatnya saja. Ricky mencontohkan mengenai salat. Agus mengajarkan, hakekat salat itu adalah mengingat yang maha kuasa. "Jadi jika sudah ingat, maka tidak perlu salat," ungkapnya. (Hanin Mazaya/sabili/arrahmah.com)

Rabu, 28 Januari 2009

Akhirnya MUI Fatwakan Merokok Antara Makruh dan Haram

Hidayatullah.com--Keputusan ini diambil dalam sidang pleno Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI se-Indonesia III yang dipimpin Ketua MUI Pusat, Ma'ruf Amin di aula Perguruan Diniyyah Puteri, Kota Padang Panjang, Sumbar, Minggu (25/1).

Keputusan ini sendiri sedikit berbeda dengan keputusan sidang Komisi B-1 yang membahas tentang hukum merokok, yang hendak membawa persoalan ini ke Komisi Fatwa MUI Pusat.


Namun dalam sidang pleno yang dilaksanakan sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB tadi, mengemuka pandangan kedudukan ijtima yang lebih tinggi dari Komisi Fatwa MUI Pusat, hingga hukum merokok harus tetap diputuskan.


Dalam persidangan pleno yang berlangsung alot tersebut, merokok diharamkan bagi anak-anak, wanita hamil, ulama MUI dan di tempat-tempat umum. Selain dari itu, hukum merokok adalah makruh.


Pimpinan sidang Komisi B-1 yang membahas tentang rokok sekaligus wakil ketua Komisi B-1, Amin Suma mengatakan umat tidak perlu bingung dengan fatwa MUI tersebut.


Menurutnya hukum merokok itu sendiri telah jelas, antara makruh dan mubah, artinya, serendah rendahnya makruh dan setinggi-tingginya mubah.


"Palu sudah diketok. Putusan MUI tidak haram total untuk semua umat . Namun umat akan cerdas memahami fatwa MUI tersebut. Pemerintah khususnya pemerintah daerah dapat mengeluarkan aturan terkait fatwa MUI tersebut," ujar Amin.


Meskipun begitu, Amin menyebutkan hukum merokok dapat kembali lagi dibahas dalam Ijtima Komisi Fatwa MUI yang bakal digelar dua tahun lagi. Tergantung pertanyaan dari peminta fatwa kepada MUI.


"Tidak ada fatwa yang abadi. Untuk sementara ini hukum merokok antara makruh dan haram, namun fatwa bisa berubah. Toh UUD saja bisa diamandemen," jelasnya.


Di lain pihak, Wakil Ketua Dewan Fatwa Matla'ul Anwar Pusat, Tenku Zulkarnain menyayangkan putusan Ijtima MUI tersebut. Meskipun tidak mengaku kecewa, namun ulama yang mendukung fatwa haram merokok tersebut menyebut tindakan MUI yang tidak berani memfatwa haram sebagai sesuatu yang menyedihkan.


"Kalangan ulama dunia dalam Konfrensi Umat Islam Se-dunia yang dilakukan di Brunai memutuskan merokok itu haram. Malaysia sudah sejak lama memutuskan haram. Bahkan Singapura yang hanya 11 persen penduduknya Islam juga telah memfatwa merokok itu haram," katanya.


Ke depan, Tenku menyarankan pemerintah untuk mencarikan jalan keluar bagi orang-orang yang saat ini masih menggantungkan hidupnya dari rokok.


"10 tahun lagi, pemerintah akan menghadapi kenyataan seluruh dunia membenci rokok. Dan itu tidak bisa ditawar-tawar lagi," ungkap Tenku.


Sementara itu, dari paparan juru bicara Komisi B-1, Hasanuddin terungkap masukan dari 36 ulama yang mengharuskan merokok itu haram dan 6 ulama memutuskan makruh. Serta masukan dari tim perumus kepada sidang pleno agar mengharamkan rokok. [dn/www.hidayatullah.com]

Kamis, 22 Januari 2009

5 Alasan & Dalil Syar’i Mengapa Harus Memboikot Produk Yahudi

Hidayatullah.com--Semenjak Israel menyerang keji kaum Muslim di Jalur Gaza, Palestina, banyak desakan masyarakat Islam melakukan boikot produk-produk Yahudi. Sebelumnya, tepat hari Ahad, 8 Oktober 2000, Al-Jazira News Network, sebuah stasiun Televisi di Qatar, menyiarkan sebuah acara wawancara dengan Syeikh DR. Yusuf Al-Qaradhawi. Dalam acara bertema ”Palestina dan Kewajiban Jihad bagi Setiap Muslim”, Syeikh al-Qaradhawi mengemukakan sebuah fatwa, bahwa "memboikot produk-produk buatan Israel dan Amerika adalah kewajiban bagi seluruh Muslim di seluruh dunia."

Qaradhawi mengatakan bahwa setiap dollar yang kita bayarkan untuk sebotol Coca-Cola, misalnya, akan menjadi sebuah peluru yang dalam persenjataan perang
orang-orang Amerika atau Israel akan dibidikkan langsung ke arah kita. Beliau mengatakan bahwa adalah haram dalam hal ini.


"Kita telah menyumbangkan uang kita setiap harinya kepada McDonalds, KFC, Burger King dsb, tanpa memikirkan akan kemana uang itu pergi? Menurut pendapat saya, setiap Muslim harus bertanggung jawab dalam hal ini, atas keluarga dan gaya hidup mereka. Lihatlah kepada orang-orang Amerika yang telah mem-Veto resolusi PBB untuk mengutuk aksi tentara Israel di Palestina. Jika mereka itu adalah pemelihara perdamaian, seperti yang mereka klaim, mungkinkah mereka melakukannya?," tegasnya.


Selanjutnya beliau menyerukan : "Wahai Manusia, tidakkah kalian berfikir? Tidakkah kalian tidak memiliki perasan lagi? Tidakkah kalian merasakan kepahitan negara-negara Arab dan Islam dalam hal ini? Darah yang paling murah adalah darah kita! Kita telah menjadi kelinci percobaan bagi senjata-senjata dan peluru-peluru serta teknologi mereka. Persenjataan perang ini didanai oleh uang kita, dalam gaya hidup konsumerisme yang mereka paksakan pada kita. Saya bertanya kepada Anda semua, dengan nama Allah, Muslim dan Kristen. Saya bertanya kepada Anda semua, atas nama ribuan orang yang mati di tangan teroris-teroris itu pada tahun 1948, 1967, 1973 di Qana, di dir Yassin, Di Bahr Al-Bakar, di jalur Gaza dan di Al-Quds?.


Dalam kesempatan lain, Syeikh al-Qaradhawi juga mengatakan, "Satu real (mata uang Arab-red) yang Anda keluarkan untuk membeli produk Israel dan AS, sama dengan satu peluru yang akan merobek tubuh saudara Anda di Palestina."


Suara dari Indonesia


Nah, bagaimana dengan suara kaum Muslim di Indonesia. Alhamdulillah, umumnya semua sama. Meski ada sedikit perbedaan. Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. DR. KH. Ali Mustofa Ya’kub, misalnya mengatakan, cara yang efektif yang dapat membuat jera Amerika (yang selama ini sanantiasa berada dibalik aksi Israel) adalah memboikot produk dan perusahaan yang mendukung agresi Israel.


Namun, diakuinya boikot di Indonesia tidaklah mudah, namun menurut pakar hadist ini, pemboikotan secara tidak langsung dapat merugikan kepentingan Amerika dan Israel. Dengan aksi ini, berharap AS mempertimbangkan kembali dukungannya terhadap Negara keji bernama Israel.


Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, KH. Ma’ruf Amin, mengatakan, memboikot produk Yahudi merupakan pressure (tekanan) secara ekonomis yang dapat memberikan efek jera Yahudi dan Amerika. Jika boikot ramai dilakukan di Indonesia, dan di negara-negara islam seperti Arab, niscaya Amerika
lambat laun akan merugi dan mempertimbangkan dukungannya terhadap Israel. Sebab, diakui ketua MUI ini, yang dapat men-stop kebrutalan Israel adalah Amerika. Jika Amerika tetap saja mendukung, maka Israel akan bersikukuh menggempur Gaza.


Oleh karena itu, memboikot produk Yahudi sangat dianjurkan. Dan hal teringan yang dapat kaum muslim lakukan di Indonesia. Walau, diakui Ma’ruf boikot bila dilakukan Indonesia saja akan kurang efektif jika tidak bersinergi dengan Negara-negara lain, namun hal itu sebagai bentuk solidaritas kita terhadap muslim Gaza yang sedang dilanda krisis kemanusiaan luar biasa.”katanya.


Perdebatan seputar efektif dan tidaknya seputar boikot menurut Ma’ruf jangan diperpanjang lagi. Sebab, boikot ditinjau dari segi manapun sangat berdasar. Dalam Islam, tindakan memboikot produk Yahudi dapat dikategorikan men ta’zir (menghukum) yang befungsi sebagai efek jera terhadap Amerika. Walau memang harus ada yang dikorbankan. Dan tentunya masyarakat yang berkerja di sektor-sektor ekonomi Yahudi. Namun, kemafsadatan nya lebih kecil ketimbang memboikot produk Yahudi yang berfungsi menghentikan agresi Israel.


Alasan Syar’i


Menurut guru besar ilmu hadist pada Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran di Jakarta ini, ada tiga alasa fikihnya jika boikot digunakan. Pertama adalah kaidah fikih yang berbunti, “Memprioritaskan kepentingan lebih besar, ketimbang kepentingan kecil”(Al-drarar yuzāl). Kedua, kaidah fikih yang mengatakan, “Mencegah kerusakan itu didulukan daripada membuat kebaikan“ (Darul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih). Terakhir, “Kebijakan pemimpin, harus dikaitkan dengan kepentingan rakyat” (Tasarraful imam ‘ala ar-ra’iyyah manuutun bil maslahah). Inilah yang kemudian dilakukan pemerintah Malaysia yang secara resmi menginstruksikan boikot.


Selain alas an kaidah fikih, menurut Musthafa Ya’kub, ada juga hadist yang menguatkan hal itu. Bunyinya, Unsur akhaka, dholiman au madhluuman. Qaaluu ya Rasulullah, Nansuruuhu Madhluuman, fakaifa nanshuruuhu dholiman. Qaala, ya’hudu fauqa yadaihi.” (Tolonglah saudaramu yang dzalim atau yang didzalimi (teraniaya). Para shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah. Kami jelas akan menolong yang didzalimi, lalu bagaimana kami menolong saudara kami yang dzalim?” Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Yakni kamu tahan tangannya agar tidak berbuat dzalim.” (Shahih, HR. Al-Bukhari)


Menurut Mustofa, korelasi dalil-dalil tersebut sangat kohern dengan kebijakan boikot. Bahwa kezhaliman yang dilakukan oleh Israel terhadap muslim Gaza harus segera diakhiri. Adapun kemaslahatan dari produk Yahudi di Indonesia lebih kecil. Sebab, dengan demikian dapat menekan Amerika untuk mencabut dukungannya terhadap Isreal.


Soal kaidah ushul, senada dengan Mustafa Ya’kub, Ma’ruf Amin juga mengatakan, kaedah, “Darul mafasid, muqoddamu ‘ala jalbil masholih” (Menolak kerugian itu, harus diutamakan dari mendahulukan kepentingan). Juga kaedah “Bahaya yang lebih kecil dipilih untuk mencegah bahaya yang lebih besar” (al dharar al ashadd yuzaalu bi al dharar al akhaff).


Tapi bagi Prof. Dr. Ahmad Zahro, dosen Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surabaya, menyarankan, sebelum diserukannya boikot harusnya dilakukan riset “ahhaqu dhorurot” terlebih dahulu. Jika boikot ternyata lebih banyak manfaatnya untuk kamaslahatan sudah harus dilakukan boikot. Namun, jika lebih banyak kemafsadatanya bagi masyarakat, maka harus dipertimbangkan. Karena menurutnya, masyarakat banyak di-PHK dan akan menjadi miskin gara-gara sektor-sektor ekonomi yang dimiliki Amerika ditutup.


Tapi Ma’ruf Amin, menolak argument Zahro. Menurut Ma’ruf, ribuan korban luka dan hampir 1o00 orang meninggal merupakan kemudhoraotan besar yang harus dihilangkan. “Jadi tidak perlu diadakan riset (penelitian) untuk menghitung unsur “ahaqqu dhorurot”-nya, sebab hal itu sudah jelas,” terang Ma’ruf.


Ma’ruf juga mengatakan bahwa derita yang dialami muslim Gaza adalah musibah besar yang menuntut setiap Muslim untuk membantunnya. “Jadi, salah jika ada yang mengatakan bahwa konflik Palestina soal rebutan tanah, itu soal agama,” tandasnya. Ma’ruf juga prihatin atas sikap apatisme sebagian masyrakat yang melihat sebelah mata kasus Palestina. Seperti menolak membantu warga Gaza karena masih banyak warga Indonesia yang juga membutuhkan. “Masyarakat jangan dikotomis dalam menilai. Islam tidak memandang territorial, yang namannya Muslim baik di Gaza, Monokwari dan Papua, itu saudara kita yang harus ditolong,” katanya.


Senada dengan Mustafa dan Ma’ruf Amin, Abdurahman Nafis, Ketua bidang Fatwa MUI Jatim mengatakan, boikot adalah jenis “perang ekonomis’. Karena dengan boikot berarti, sama saja menolak dan menentang Amerika. Hal ini disebutkan Allah bahwa kaum Muslim harus menolak untuk saling tolong menolong (ta’awun) dalam kejahatan. Nafis menyitir (Q.S. al-Ma'idah ayat 2). “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaan-Nya.”


“Jika kita tidak bisa berperang secara militer, maka ekonomi juga bisa membantu,” ujarnya.


Sementara itu, dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIL) Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, Abdul Kholiq, Lc mengatakan, dua alasan penting melakukan boikot. Pertama, seruan hal jihad Rasulullah. Baik dengan harta dan jiwa. "Perangilah kaum musyrik itu dengan harta, jiwa dan lisan kalian." (HR. Abu Dawud dan Nasa'i). Kedua, pendapat Imam Malik bahwa perbuatan yang dilarang, jika mengekspor komoditas ke negara “musuh” (dar al-harb). Sebab yang demikian itu berarti memperkuat “musuh”. Sementara beliau membolehkan impor atau pedagang kafir datang menyuplai komoditas untuk kaum Muslimin (Abd al-Rahman Ibn al-Qasim al-Maliki, al-Mudawwanah: X, 102, Wahbah al-Zuhaili, Atsar al-Harb fi al-fiqh al-Islami, 513).


Hal ini dapat dipahami sebab kaum Muslimin saat itu berposisi kuat dalam perdagangan yaitu sebagai pihak yang mencukupi, hingga sanksi ekonomi dapat diterapkan dalam bentuk embargo. Namun dalam kondisi kaum Muslimin saat ini yang mayoritas adalah penikmat dan penyetor keuntungan bagi produk Yahudi dan sekutunya, maka harus disikapi dengan boikot. Sementara itu seorang Muslim ataupun negara Islam yang menyuplai kebutuhan vital untuk musuh seperti minyak dan sebagai maka, wajib untuk mengembargo.


Saat ini, ribuan milyar dollar kekayaan para emir dan pengusaha Arab di parkir di Amerika dan Eropa adalah suntikan darah segar bagi dana pengembangan ekonomi,
teknologi dan persenjataan “musuh” tersebut. Pada gilirannya “musuh” semakin kuat sementara para milyarder semakin ketakutan dan semakin tunduk mengabdi kepada “musuh” itu. Sungguh merupakan cara pandang yang cerdik dan berwawasan jauh apa yang dikemukakan Imam Malik penting untuk kita aplikasikan.


Pada prinsipnya, semua setuju dengan langkah boikot. Abdurrahman Nafis memberi catatan, boikot akan lebih efektif jika dilakukan oleh seluruh negara-negara Islam, terutama di Timur Tengah.


Secara teknis Ahmad Zahro menjelaskan, jika Arab Saudi atau Mesir, memboikot produk Amerika dan tidak perlu mengekspor miyaknya ke Amerika dan Israel, maka aka dapat dirasakan dampaknya secara langsung oleh Amerika. Oleh karena itu, dia juga menghimbau agar Indonesia berkonsolidasi dan bersinergi dengan Negara-negara arab dalam memboikot produk Yahudi.


Apapun itu, kata Zahro, melakukan hal kecil jauh lebih baik daripada tak melakukan apa-apa. Sebagaimana kaidah ushul fikh, Maa laa yudraku kulluh la yutraku kulluh” (apa yang tidak bisa dicapai semua janganlah kemudian meninggalkan semua).


Dengan demikian, penjelasan beberapa pakar ini dapatlah disimpulkan menjadi 5 poin;


1. Membeli produknya berarti menyumbang biaya kejahatan


2. Membeli produknya berarti menyumbang biaya pembunuhan kepada saudara seiman

3. Membeli produknya berarti bunuh diri


4. Membeli produknya berarti memperkuat musuh


5. Yahudi menyatakan membeli produknya berarti telah menjadi Yahudi. [anshor/cholis/kholiq/www.hidayatullah.com]

Rabu, 21 Januari 2009

Ribuan Penduduk Gaza Merayakan Kemenangan

Hari Selasa, ribuan orang Palestina berkumpul dan melakukan long march di kota Gaza, merayakan kemenangan atas agresi Israel, yang berlangsung tiga pekan, dan telah menghancurkan bangunan, dan mengakibatkan syahidnya hampir 1500 muslim Gaza, dan ribuan lainnya luka-luka.

Hamas menyerukan kepada seluruh penduduk di kota Gaza menggelar aksi usai selepas shalat zhuhur. Aksi itu sebagai bentuk dukungan para pejuang Palestina yang dengan berani menghadapi agressor Zionis-Israel.


Aksi long march itu dimulai dari Gedung UNRWA menuju sekolah Fakhoura di kamp Jabalia di sebelah utara Gaza, di mana telah terjadi pembantaian yang dilakukan Zionis-Israel, yang mengakibatkan syahidnya 45 muslim Gaza, dan 150 lainnya luka-luka. Tempat penampungan pengungsi dan sekolah itu hancur akibat pemboman yang dilakukan Israel.


Long march itu berhenti di depan rumah Dr.Nizar Rayyan, tokoh Hamas yang telah syahid beserta seluruh keluarga, diantraranya 4 istrinya dan 9 anaknya ikut syahid, akibat pemboman Israel. Dalam aksi sejumlah pemimpin Hamas ikut ambil bagian, mereka berjalan kaki dari kota Gaza berkeliling ke kamp Khan Yunis, Rafah, Deir al-Balah, Nussseirat dan Breij. Para peserta long march itu membawa bendera hijau, yang menjadi lambng Hamas.


Sementara itu, juru bicara Brigade al-Qassam dalam konferensi persnya, menyatakan, selama agresi militer Zionis-Israel ke Gaza, berhasil menewaskan 80 tentara Israel, dan ratusan lainnya yang luka. Brigade al-Qassam telah menembakkan missil ke Sderot 213 kali. Brigade al-Qassam menegaskan perang yang berlangsung di Gaza itu, behasil pula menghancurkan 47 tank Merkava, yang menjadi kebanggaan Israel, puluhan bulldozer, dan menjatuhkan empat helicopter Apache milik Israel.


Di tempat terpisah di Beirut, perwakilan Hamas di Lebanon, Osama Hamdan, menegaskan bahwa tidak ada lagi dialog nasional dengan Otoritas Palestina atau al-Fatah, yang dipimpin Mahmud Abbas. Rekonsiliasi nasional dan pemerintahan persatuan sudah tamat. Karena, pemerintahan Otoritas Palestina, yang dipimpin Presiden Mahmud Abbas, ikut berkomplot dengan Israel yang melakukan agresi ke Gaza.


Di bagian lain, tokoh Hamas, yang berada di Kairo Bardaweel, menuduh aparat intelijen Otoritas Palestina berkomplot dengan intelijen Israel (Shin Bet) untuk melakukan pembunuhan tokoh-tokoh Hamas, seperti Nizar Rayya dan Said Siyam. Para intelijen Otoritas Palestina itu,ikut operasi dengan dinas intelijen Israel (Shin Bet) melakukan pembunuhan tokoh-tokoh Hamas, dan memberikan informasi tempat tinggal para tokoh Hamas. Pernyataan Bardaweel ini berdasarkan pengakuan orang-orang yang menjadi anggota intelijen Otoritas Palestina yang berhasil ditangkap pasukan Hamas. (m/fic)

Senin, 19 Januari 2009

“Abi, Aku Sekarat”

Abi, aku sekarat.”


Kalimat ini terus bergema di telinga Kamal Awaga bersamaan dengan sakit hati yang ia rasakan. Ini adalah kalimat terakhir yang diucapkan anaknya, Ibrahim yang berumur 9 tahun, sebelum ia akhirnya menjadi syahid (Insya Allah) akibat serangan biadab Israel.

“Mereka membunuh putraku dengan tangan dingin,” ungkap Kamal dalam keadaan yang terguncang menghadapi kematian anaknya yang tragis.

Ibrahim akhirnya menambah jumlah korban jiwa anak-anak Gaza yang dibunuh Israel, menjadi lebih dari 350 nyawa sejak 27 Desember silam.

Jika yang lain menjadi korban peluru-peluru yang membabi buta atau bombardir yang dilakukan zionis Israel laknatullah, nasib Ibrahim lebih tragis dari mereka.

Ia menjadi bahan percobaan yang digunakan regu cadangan tentara Israel laknatullah.

“Israel sama sekali tidak menunjukkan belas kasihan kepada dia yang tidak berdosa,” tambah Kamal yang saat itu masih berada di RS. Al-Shifa, mengurus jenazah putranya.

“Mereka tidak memiliki rasa kasihan untuk tubuhnya yang kecil.”

Hari yang Cerah

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya di benak keluarga Kamal Awaga bahwa mereka akan mengalami nasib yang tragis.

Mereka bangun tiap paginya untuk menghadapi hari yang cerah, bukan untuk terkunci dalam sebuah ruang kecil untuk menghindari bom-bom Israel.

“Ibu, biarkan aku sarapan di luar, di kebun kita. Aku bosan tinggal dalam ruang sempit ini,” ujar Ibu Ibrahim yang mengulangi perkataan anaknya.

Satu jam kemudian, sebuah meja diletakkan di kebun mereka dan satu keluarga itu berharap dapat menikmati sarapan kali ini dengan sempurna, momen yang jarang mereka temui. Mereka berusaha acuh terhadap keadaan sekitar, mereka tidak memperhatikan dari jauh apakah misil-misil Israel menargetkan rumah mereka.

Sebuah misil pertama menghancurkan acara mereka setelah itu misil-misil lainnya menghancurkan rumah mereka.

“Abi, aku sekarat,” ujar Ibrahim saat itu dengan luka-luka di sekujur tubuhnya.

“Cepat pergi,” ujar Kamal Awaga kepada istri dan dua anaknya sambil menggendong tubuh Ibrahim.

Tetapi, belum sampai ke gerbang rumah, peluru menghujani keberadaan mereka.

Satu peluru mengenai lengan Ibu Ibrahim dan satu peluru lainnya mengenai pinggang Kamal Awaga.

Dua saudara Ibrahim bersembunyi di balik puing-puing reruntuhan rumah mereka.

Praktek Menembak

Ketika hujan peluru telah selesai, keluarga Awaga berfikir kesengsaraan mereka selesai. Tetapi tentara zionis Israel tidak selesai sampai di siru.

“Tentara Israel semakin mendekat, aku fikir, aku akan menjadi target mereka,” uajr Awaga.

“Tetapi ternyata mereka mengarahkan senjatanya ke anakku, Ibrahim,” lanjutnya mengulang kejadian pahit yang ia alami dengan bulir-bulir air mata di matanya.

Seorang tentara biadab datang mendekati tubuh Ibrahim, memutar tubuh Ibrahim dengan kakinya sambil tertawa setelah itu menembakkan senjatanya kea rah kepala Ibrahim.

Beberapa waktu kemudian, Kamal mencoba menenangkan dirinya setelah menyaksikan kebiadaban Israel terhadap tubuh putranya.

“Setiap peluru yang ditembakkan, mereka iringi dengan nyanyian yang aku tidak mengerti maksudnya. Namun itu seperti merayakan sesuatu.”

Saat mereka merasa telah cukup melakukan “latihan”, mereka meninggalkan rumah Kamal.

Empat hari keluarga Awaga terperangkap hingga kahirnya tim medis berhasil mencari jalan untuk menyelamatkan keluarga itu dan membawanya ke rumah sakit.

“Apakah yang mereka lakukan, layak untuk putraku?” ujarnya dengan terisak. (Hanin Mazaya/arrahmah.com)

Selasa, 13 Januari 2009

Aku Seorang Dokter, Jadi Biarkan Aku…

Mohammed Al-Khaledy, Seorang dokter dari Yordania, tidak pernah merasakan frustasi seperti saat ini.


Ia melakukan perjalanan jauh untuk menolong penduduk Gaza yang mengalami luka-luka, terjadi banyak penderitaan akibat invasi Israel yang membabi buta sejak 14 hari silam.

“Otoritas Mesir menghentikan aku,” ujar seorang dokter yang mendapat halangan masuk ke jalur Gaza melalui perbatasan Mesir seperti yang dilansir Islamonline.

“Tolong, biarkan aku, Aku seorang dokter. Aku ingin memasuki Gaza sebagai rasa tanggungjawabku,” ujar Khaledy mengatakan kepada seluruh otoritas Mesir di perbatasan.

Dia tidak sendiri.

Ratusan dokter dari seluruh dunia termasuk Malaysia, Indonesia, Turki dan lainnya mendapatkan perlakuan serupa di perbatasan selama beberapa hari.

Seperti Al-Khaledy, mereka menunggu ijin untuk bisa masuk ke wilayah yang kini tengah di bombardir Israel. Penduduk Gaza membutuhkan bantuan dokter untuk merawat luka-luka mereka.

Lebih dari 800 penduduk Gaza telah gugur akibat kebiadaban Israel dan lebih dari 3.125 mengalami luka-luka sejak bombardir yang dilancarkan Israel 27 Desember lalu.

Khaledy dan rekan-rekannya sedang menunggu kepastian, padahal mereka hanya berjarak beberapa meter dari wilayah yang ingin mereka bantu.

“Situasi di Gaza sangat menakutkan.”

Muhammad Yusuf, Psikiater dari Mesir tidak dapat memasuki Gaza, padahal ia berharap dirinya dapat memberikan bantuan apapun yang dapat ia lakukan untuk penduduk Gaza.

“Banyak penduduk Gaza yang mengalami gangguan psikis,” ujarnya.

Menteri Kesehatan di Gaza telah mengusahakan orang-orang yang ahli di bidangnya untuk menolong penduduk Gaza.

Tetapi akses untuk obat-obatan dan tim medis sangat susah menembus wilayah Gaza. Mereka terhalang di perbatasan.

“Para dokter hanya dapat melihat kekejaman Israel, tanpa bisa melakukan apapun.”

“Kami tidak dapat masuk ke Gaza,” ungkapnya. (Hanin Mazaya/arrahmah.com)

Template by - Abdul Munir - 2008