.::Selamat Datang di Situs Kami , Semoga Website Kami ini Memberikan Pencerahan kepada Sahabat-Sahabat Mengenai Agama Kita yang Tercinta, Selamat Menikmati Hidangan Kami, dan Mohon Doanya ya Agar wAbsite Kami Tetap Eksis!! Amin::.

Rabu, 12 November 2008

Dua Adzan untuk Shalat Zhuhur di Marakesh

Hidayatullah.com--Di kota Marakesh, Maroko, terdapat sebuah tradisi yang unik, yaitu dikumandangkannya adzan sebanyak dua kali untuk waktu shalat zhuhur. Mayoritas masjid tradisional di kota bagian tengah Maroko itu tetap menjaga tradisi ini.

Adzan pertama dikumandangkan sebagai pertanda masuknya waktu zhuhur, namun para jama'ah tidak melaksanakan shalat berjama'ah. Dua jam berikutnya, adzan kembali dikumandangkan dan barulah para jama'ah melaksanakan shalat zhuhur berjama'ah.


Abdurrahman, salah seorang penduduk Marakesh mengatakan bahwa kebanyakan penduduk kota masih tetap melanksanakan tradisi ini.


"Sebagian orang ada yang langsung melaksanakan shalat zhuhur setelah adzan pertama, namun kebanyakan mereka memilih melaksanakan shalat setelah adzan kedua," ungkapnya kepada Islamonline (11/11).


Mawlaya Umar ibn Hammad, seorang ulama Marakesh yang juga anggota Persatuan Ulama Maroko (Rabithah Ulama al-Maghrib) mengatakan tradisi dua adzan di Marakesh tidak menimbulkan masalah.


"Secara syari'ah, tradisi demikian tidaklah masalah. Adzan pertama ditengarai sebagai pertanda masuknya waktu shalat, sedangkan adzan kedua adalah seruan untuk mendirikan shalat," ungkapnya.


Di sisi yang lain, Muhammad Zaidan, seorang ulama yang lain tidak membenarkan tradisi tersebut. "Adzan hanya boleh dikumandangkan sekali saja setiap kali masuknya waktu shalat. Dua kali adzan ini teramsuk bentuk bid'ah dalam agama," ungkapnya.


Di Marakesh banyak berdidi masjid-masjid kuno, juga beberapa istana raja. Dinasti al-Murabithun, salah satu diansti kerajaan Islam di Maghrib dan Andalus yang berdiri di paruh abad ke-11 M konon beribukota di Marakesh. [iol/atj/www.hidayatullah.com]

Selasa, 11 November 2008

Temuan Terbaru, Bakteri Dalam Tanah Sebagai Obat Anti Depresi

Hidayatullah.com--M. vaccae adalah bakteri yang tidak berbahaya yang ditemukan di dalam tanah yang bisa menggantikan Prozac (Fluoxetine hydrochloride, zat anti depresi).

Penelitian terhadap penyakit-penyakit menular, kanker paru-paru, tikus-tikus yang tidak diberi tekanan suara, sistem kekebalan tubuh, dan Mycobacterium vaccae (M. vaccae) telah menguak suatu hubungan antara sistem kekebalan dengan depresi. M. vaccae adalah bakteri yang tidak berbahaya yang ditemukan di dalam tanah yang bisa menggantikan Prozac (Fluoxetine hydrochloride, zat anti depresi).


Ahli penyakit kanker, Dr. Mary O'Brien menguji coba sebuah vaksin percobaan yang dibuat dari M.
vaccae telah dimatikan kepada pasien kanker paru-paru di Royal Marsden Hospital, London. Kondisi mereka menjadi lebih baik dari segala aspek : misalnya lebih baik dari demam yang menjadi gejala kanker, dan lebih baik dalam emosi dan fungsi kesadaran.


Terinspirasi oleh hasil Dr. O'Brien, Dr. Christopher Lowry dari Bristol University mengeluarkan hipotesa bahwa mungkin M. vaccae dapat mengurangi depresi sebagai akibat adanya produksi serotonin, yaitu sel syaraf pembawa antidepresi di dalam otak. Karena halangan darah otak melindungi kita dari bakteri, bagaimana ini bisa terjadi? Sistem kekebalan ini mempunyai dua macam sel Th yang diaktifkan : Th1 (T helper 1) and Th2 (T helper 2). Sel Th1 menyerang pathogen dalam sel, sementara sel Th2 menyerang pathogen diluar sel. Kadang-kadang Th2 lymphocytes 'lepas tangan', menyebabkan adanya respons kekebalan yang berlebihan atau reaksi alergi terhadap substansi yang tak merugikan. Mereka juga 'campur tangan' dengan kemampuan Th1 melawan infeksi.


Memasukkan M. vaccae, yang mempunyai suatu efek bercabang dua. Pertama, ia mendorong sel-sel T yang dengan segera bekerja mengembalikan keseimbangan antara Th1 dan Th2, mengurangi alergi, penyakit TBC, dan gejala kanker. Kedua, dan ini adalah dimana Dr. Christopher Lowry dan rekannya dari Bristol University memulai, ini mendorong sel-sel bercabang dari organ seperti paru-paru dan jantung hingga sel cytokines yang gaib. Dr. Lowry melacak perilaku cytokines ke organ syaraf sensory, yang mengirim pesan ke bagian inti otak, yang melepas seronin ke dalam pusat emosi. Dr. Lowry menyuntik tikus-tikus dengan M. vaccae. Untuk menemukan tingkat stres mereka, dia meletakkan mereka di air. Tikus yang stress tidak akan berenang. Tikus yang disuntik, berenang dengan senangnya. Kemudian otak tikus-tikus itu diuji untuk melacak pola dari serotonin.


Ada sebuah ungkapan, "Anda harus makan setakaran kotoran sebelum meninggal." Apakah ini berarti Anda harus makan sesuatu yang kotor agar mendapatkan kehidupan yang sehat dan bahagia? Sejumlah orang mengatakannya seperti itu.


Ini bukan studi pertama yang berimplikasi pada kehidupan super higenis, khususnya sebagai anak yang baru mulai berjalan, dengan kesulitan-kesulitan yang datang kemudian. "Studi ini membantu kita memahami bagaimana tubuh berkomunikasi dengan otak dan mengapa sistem kekebalan tubuh yang sehat penting untuk menjaga kesehatan mental. Studi ini juga membiarkan kita mereka-reka apakah kita tidak seharusnya memanfaatkan waktu lebih banyak untuk bermain di lumpur," tutur Dr. Lowrey. [eurekalert/erb/www.hidayatullah.com

Senin, 10 November 2008

Arkeolog Temukan Kota Islam Tertua di Spanyol

Hidayatullah.com--Tim arkeolog Spanyol baru-baru ini mengumumkan ditemukannya sebuah situs kota yang terkubur di sekitar bilangan Tarf, Granada, yang ditengarai sebagai kota besar Arab-Islam yang dibangun pada masa awal-awal kedatangan bangsa Arab-Muslim di semenanjung Iberia itu.

Penemuan situs kota yang terkubur itu juga bersamaan dengan penemuan situs mesjid kuno di bilangan Soria, di bagian timur laut ibu kota Madrid. dalam jumpa persnya di hadapan lebih dari 200 wartawan, Profesor Antonio Malbika, kepala regu tim arkeolog itu menyatakan bahwa penemuannya atas situs kota di bilangan Tarf menjadi bagian dari penemuan penting bagi sejarah Eropa.


Hemat Malbika, penemuan kota Arab-Islam yang terkubur ini memastikan adanya kota Arab-Islam lain yang lebih tua. Selama ini, kota Arab-Islam tertua yang telah ditemukan adalah kota az-Zahra di Granada, yang dibangun oleh khalifah Abdurrahman an-Nashair pada tahun 350 H, dan berhasil ditemukan reruntuhannya yang sudah terkubur pada tahun 1911 M. Selain menemukan kota dan masjid, tim arkeolog juga menemukan situs pemakaman dan pemukiman Arab-Islam yang dipecaya dibangun pada awal abad ke-8 M (abad masuknya Islamke semenanjung Iberia). Dari penemuan itu, Malbika mengakui dapat lebih jauh mempelajari struktur dan pola bangunan rumah bangsa Arab-Islam di Iberia, yang jauh lebih modern dari pola bangunan orang-orang eropa lainnya pada waktu itu.


Rencananya, tim arkeolog ini akan terus melakukan penggalian hingga tahun 2013 nanti. Malbika berharap, penemuannya akan dapat memberikan gambaran utuh tentang kota-kota Arab-Islam di semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal), mulai sejak masuknya bangsa Arab-Islam pada tahun 711 M, hingga mereka diinquisisi oleh kerajaan Kristen-Spanyol pada tahun 1493 M. [iol/atj/www.hidayatullah.com]

Minggu, 09 November 2008

Dubes RI : Kemenangan Obama, Harapan Baru Bagi Negara Timur Tengah

Kemenangan Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) bisa menjadi titik terang perubahan kondisi di kawasan konflik Timur Tengah sebagai akibat kebijakan politik AS. Pemerintahan Bush membawa kondisi yang terpuruk baik di AS sendiri maupun negara-negara diluarnya.

"Mereka melihat Obama ada titik terang yang terjadi perubahan di Irak dan Afganistan sehingga bisa diselesaikan.Kemenangan Barak Obama merupakan yang ditunggu-tunggu negara-negara kawasan Timur Tengah. Karena melihat kepemimpinan Bush yang 8 tahun kalau dilanjutkan oleh McCain akan sama gak akan membawa situasi lebih kondusif," kata Dubes RI untuk Kerajaan Arab Saudi dan Kesultanan Oman Salim Segaf Al-Jufri, sebelumnya menyambut kedatangan jamaah haji, di Madinah, Arab Saudi, Rabu (5/11).


Sedangkan bagi Indonesia sendiri, Dubes Salim mengatakan, latar belakang Obama yang pernah tinggal di Indonesia, dapat memunculkan citra yang lebih positif. Karena pengalaman, kepemimpinan Bush itu tidak menguntungkan, bukan hanya bagi masyarakat dunia, tapi masyarakat AS sendiri.


"Kebijakan Bush itu membuat masyarakat AS oleh dunia pada umumnya, padahal itu bukan akibat dari masyarakat tapi sebagai akibat kebijakan pemimpinnya," ujarnya.


Mengenai prediksi kedepan apakah harapan itu akan terwujud, Dubes mengaku belum dapat memprediksikan situasi kedepannya, hal itu tergantung apakah Obama memenuhi janji-janjinya sesuai dengan harapan masyarakat.


"Kalau apa yang dijanjikan Obama tidak terwujud, dan ini akan menjadi boomerang yang lebih parah lagi bagi AS," pungkasnya.(novel)

Sabtu, 08 November 2008

Kejagung Kabarkan Terpidana Bom Bali Telah Dieksekusi

Pihak kejaksaan Agung mengakui telah melakukan eksekusi terhadap terpidana mati bom Bali, Amrozi CS. Ada kesan, pelaksanaan eksekusi karena desakan media massa

Hidayatullah.com--
Kejaksaan Agung akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kepastian eksekusi mati bagi tiga terpidana mati kasus bom Bali I. Kapuspenkum Kejaksaan Agung M. Jasman Panjaitan menjelaskan wartawan bahwa pelaksanaan eksekusi dilakukan pukul 00.15, Ahad (9/11) dini hari tadi malam

"Sekitar pukul 00.15 putusan dalam perkara terpidana Amrozi bin H. Nurhasim, Abdul Aziz alias Imam Samudera alias Qudama alias Abu alias Abu Umar alias Hendri dan Ali Gufron alias Muklas alias Sofyan telah dieksekusi dengan cara ditembak," kata Jasman.

Saat ini jenazah ketiganya sudah diotopsi dan dipastikan meninggal dunia. Pihak keluarga tengah memandikan jenazah mereka.

Sementara itu, keluarga Amrozi di Tenggulun, Lamongan dan keluarga Imam Samudra di Serang, Banten, telah menyambut kedatangan korban.

Menurut salah satu kerabat korban yang dihubungi www.hidayatullah.com, jenazah Amrozi dan Muklas dikabarkan baru akan datang sekitar pukul 09.00 WIB siang nanti.

Tekanan

Eksekusi terhadap Amrozi cs akhirnya benar-benar dilaksanakan meski terkesan karena desakan berbagai pihak, termasuk diantaranya media massa. Indikasi ini terlihat bagaimana media massa melakukan pemberitaan ini dengan sangat over expose. Sementara Front Pembela Islam (FPI) menilai, pelaksanaan terkait dengan tekanan pihak asing.

Dalam pernyataan sikapnya yang dikirim ke redaksi www.hidayatullah.com, FPI mengatakan, masih banyak narapidana yang sudah belasan bahkan puluhan tahun divonis mati, tapi belum dieksekusi hingga hari ini.

Menurut FPI, semestinya eksekusi terhadap napi yang divonis mati dilakukan secara urut kacang sesuai mana yang lebih dahulu vonisnya. Karenanya, mendahululan pelaksanaan eksekusi mati Amrozi dkk adalah tindakan diskriminasi hukum dan terkait tekanan pihak asing.

Sebagaimana diketahui, hasil temuan kerja Tim Investigasi Bom Bali tahun 2002 yang pernah dibentuk MUI dengan dipimpin oleh alm. ZA.Maulani menyatakan bahwa dalam serpihan puing Bom Bali didapatkan bahan C4 yang berkekuatan ledak tinggi.

Bahan ledak ini diduga tak dimiliki banyak Negara. Kecuali Negara-negara besar seperti AS.Sedang Amrozi dkk berdasarkan pengakuan dan kesaksian di pengadilan hanya menggunakan bahan TNT yang berkekuatan ledak rendah.

Menurut FPI, hasil temuan MUI itu menunjukkan, Amrozi dkk sebenarnya bukan hanya terdakwa, tapi juga saksi kunci soal TNT dan C4. Menurut FPI, pelaksanaan ekseksusi mati Amrozi dkk berarti ‘pelenyapan’ saksi dan bukti untuk menutupi dan melindungi aktor pelaku Bom Bali sebenarnya. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

Jumat, 07 November 2008

Al Azhar Tolak Pemerintah Mesir untuk Dibolehkan Ikhthilath

Pemerintah mendesak Al Azhar menerima pelajar non muslim dan mencampur mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam proses belajar-mengajar, akan tetapi Al Azhar menolak

Hidayatullah.com--
Usaha-usaha untuk merubah Al Azhar semakin meningkat, dengan adanya desakan-desakan agar Universitas Islam tertua di dunia itu membolehkan non muslim menjadi mahasiswa dan bercampurnya lawan jenis dalam proses belajar mengajar, sebagaimana yang telah terjadi di universitas-universitas lain pada umumnya.


Untuk menghadapi adanya keputusan dari pemerintah tentang masalah itu, Al Azhar sudah bersiap-siap dengan membentuk sebuah front yang beranggotakan sekitar 50 ulama, untuk menolak keputusan untuk menyamakan Al Azhar dengan universitas-universitas lainnya.


Dan target dibentukanya front ini, untuk bersama-sama menghadap presiden dan menyampaikan penolakan terhadap keputusan itu.


Untuk pertama kalinya mereka mengadakan pertemuan pada hari Rabu (4/11) kemarin. Pada pertemuan yang dihadiri sekitar 10 ulama itu, sejumlah ulama terkemuka Al Azhar juga ikut hadir. Diantaranya adalah, Dr. Abdul Fatah As Syeikh, mantan rektor, Dr. Ahmad Umar Hasyim, ketua komite kegamaan dalam parlemen, sekaligus mantan rektor, Dr. Ahmad Farid Washil, mantan Mufti Besar Mesir serta beberapa ulama lainnya.


Dr. Muhammad Husain Uwaidhah, sebagai ketua Badan Pengajaran Al Azhar menyatakan,"kami membentuk front ini guna membela Al Azhar dan mempelajari keputusan-keputusan yang ada". Beliau juga menyatakan bahwa rektor Al Azhar, Dr. Ahmad Thayyib dan wakilnya telah menolak keputusan-keptusan itu.


Ia juga menyebutkan bahwa keputusan yang menjadikan Al Azhar, sebagai universitas Islam yang menerima non muslim dan mencampur adukkan laki-laki perempuan, itu bukan hanya wacana, akan tetapi sudah menjadi keputusan yang siap untuk dilaksanakan.


Salah satu ulama yang membela Al Azhar ini menyebutkan bahwa ia memeiliki salinan surat dari Ketua Majelis Kementerian Mesir yang ditujukan kepada rektor Al Azhar, Dr. Ahmad Thayyib, yang berisi tentang keputusan tentang penyamaan Al Azhar dengan universitas-universitas lainnya.


"Segala keputusan yang datang dari pemerintah akahir-akahir ini adalah untuk meruntuhkan Al Azhar" Jelas Uwaidha lagi kepada almesryoon.com. Dan hal itu bertentangan dengan undang-undang yang berlaku di Al Azhar no. 301 tahun 1691, bahwa semua perubahan belajar mengajar di Al Azhar harus disetujui olah Al Majma' Buhuts Al Islami, otoritas keilmuan tertinggi di Al Azhar. Dan keputusan pemerintah ini, belum disetujui. Sehingga seluruh anggota front ini menolak tegas keputusan pemerintah itu.[tho/almesryoon/www.hidayatullah.com]

Minggu, 02 November 2008

Pangeran Charles Kunjungi Indonesia

Pangeran Charles atau Prince of Wales tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Sabtu sore sekitar pukul 15.30 WIB guna mengawali lawatan lima hari di Indonesia, 1-5 November 2008

Hidayatullah.com--Charles beserta rombongan yang menggunakan pesawat Royal Airforce Airbus A 319 langsung menuju Masjid Istiqlal guna bertemu dengan sejumlah tokoh agama di Indonesia.


"Pangeran diterima sejumlah tokoh agama, seperti Ketua PBNU Hasyim Muzadi, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin dan Asyumardi Azra (mantan Rektor UIN)," kata Direktur Protokoler Deplu Harry Kamdu dan pihak Kedutaan Inggris.


Di Masjid Istiqlal, ayah dari Pangeran William dan Harry itu dipandu Imam Besar Masjid Istiqlal guna berkeliling masjid yang diawali dari pintu Al Fattah menuju lantai dua.


Setelah mendengarkan penjelasan mengenai sejarah, arsitektur, dan beberapa hal terkait, Charles yang sore itu mengenakan jas berwarna abu-abu didampingi rombongannya melakukan pertemuan tertutup dengan beberapa tokoh agama Indonesia di salah satu ruang di Masjid Istiqlal.


"Salah satu agenda utama pangeran Charles di Indonesia adalah dialog antar kepercayaan atau interfaith," kata Faiza. Dia menambahkan, pada malam harinya agenda Charles dikoordinasi oleh Kedutaan Besar Inggris di Indonesia.


Pada Ahad (2/11), Pangeran Charles dijadwalkan meninjau kerjasama Proyek Hutan Harapan di Jambi.


Faiza menjelaskan, isu perubahan iklim, pemanasan global dan kehutanan merupakan salah satu agenda rangkaian kunjungan Charles ke sejumlah negara di Asia, termasuk Indonesia.


"Pada Senin, Pangeran Charles dijadwalkan bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka. Setelah itu, melakukan presidential lecture," katanya.


Sedangkan pada Senin (3/11) malam, putra sulung Ratu Inggris Elizabeth II itu dijadwalkan mengikuti diskusi keagamaan yang digelar di Hotel Four Season.


Pada Selasa (4/11) Pangeran Charles dijadwalkan berangkat ke Yogyakarta untuk bertemu Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengunjungi Candi Borobudur dan salah satu pesantren ternama di Krapyak Yogyakarta.


Pangeran Charles dijadwalkan meninggalkan Indonesia melalui Jakarta pada Rabu (5/11) pagi. Pangeran Charles pernah berkunjung ke Indonesia pada 1989. Saat kunjungan itu, Pangeran Charles didampingi istrinya (ketika itu) Putri Diana.


Dalam kunjungannya saat ini Charles tidak didampingi oleh istrinya, Putri Camilla.


Selama kedatangan dan kunjungan Charles di Bandara Halim Perdana Kusuma dan Masjid Istiqlal sejumlah aparat keamanan tampak berjaga-jaga. Mereka berbaur dengan warga yang penasaran menyaksikan calon Raja Inggris itu dari dekat. [ant/www.hidayatullah.com]

Template by - Abdul Munir - 2008